Hilang Tahun & Temu Alumni 2025 Pesantren Luhur Baitul Hikmah – Syiar, Syair & Sains

Nasional361 Dilihat

Bayang Reformasi 1998 dan Respon Kekuasaan : Perayaan Hilang Tahun & Temu Alumni 2025 Pesantren Luhur Baitul Hikmah menjadi salah satu agenda terbesar yang telah dinantikan para santri, wali santri, ustadz, alumni, serta masyarakat umum. Dengan mengangkat tema “Syiar, Syair & Sains”, acara ini bukan hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga ruang refleksi, ruang apresiasi, serta ruang penguatan tradisi keilmuan pesantren di tengah perkembangan zaman. Momentum ini dirancang sebagai jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan Baitul Hikmah.

Baca Juga : Puncak Peradaban Sarung – Hilang Tahun & Temu Alumni 2025 , Pesantren Luhur Baitul Hikmah Malang

Tahun 2025 menjadi tahun yang istimewa karena bertepatan dengan perjalanan panjang pesantren selama 14 tahun. Selama kurun waktu itu, Baitul Hikmah telah mengalami banyak perkembangan—baik dari sisi pendidikan, karya, maupun kontribusi sosial. Di samping itu, hadirnya para alumni dari berbagai angkatan menambah warna tersendiri dalam perayaan kali ini. Mereka datang membawa cerita, pengalaman hidup, pengetahuan baru, dan energi positif yang memperkuat identitas Baitul Hikmah sebagai ruang tumbuhnya generasi berilmu dan berkarakter.

Hadir Dua Tokoh Nasional: Dr. Fahruddin Faiz & Kang Maman Suherman

Salah satu hal yang membuat Acara Alumni 2025 semakin menarik adalah kehadiran dua tokoh nasional yang diundang secara khusus:

  • Dr. Fahruddin Faiz, dosen filsafat UIN Sunan Kalijaga, penulis, sekaligus penceramah yang banyak menginspirasi generasi muda.

  • Kang Maman Suherman, penulis, aktivis literasi, dan tokoh media yang dikenal karena gaya penyampaiannya yang humanis.

Kedua tokoh ini hadir untuk menyampaikan talkshow, dialog publik, serta refleksi keilmuan yang mengangkat nilai-nilai Islam, etika, literasi, dan pemikiran kritis. Kombinasi keduanya sangat relevan dengan tema Syiar, Syair, dan Sains yang menjadi ruh perayaan tahun ini. Kehadiran tokoh-tokoh nasional seperti ini juga memberikan motivasi besar bagi para santri dan alumni untuk terus menekuni ilmu dan memperluas wawasan.

Bazar Buku Besar Berkolaborasi dengan Gramedia

Selama tiga hari—Jumat, Sabtu, dan Minggu—Pesantren Luhur Baitul Hikmah bekerja sama dengan Gramedia menggelar Bazar Buku yang menyediakan berbagai jenis buku: filsafat, agama, sastra, psikologi, pendidikan, dan sains populer. Bazar ini menjadi wadah bagi para santri dan pengunjung untuk mendapatkan buku-buku berkualitas dengan harga terjangkau.

Lihat Juga : Absensi Wajah Tanpa Kartu, Cocok untuk Pesantren & Kampus di Malang

Kolaborasi ini sejalan dengan upaya pesantren dalam mendorong budaya literasi. Selama ini, Baitul Hikmah dikenal sebagai pesantren yang sangat dekat dengan dunia pemikiran, karya tulis, serta tradisi membaca. Tidak heran jika banyak buku karya pengasuh dan pengajar turut dipamerkan dalam bazar tersebut.

Salah satunya adalah karya monumental Pengasuh Pesantren, Gus Dhofir Zuhry, berjudul “Filsafat Untuk Pemalas.” Buku ini menjadi rujukan banyak kalangan yang ingin memahami filsafat dengan cara ringan, jenaka, dan tetap mendalam.

Makna Syiar, Syair & Sains dalam Tradisi Pesantren

Tema “Syiar, Syair & Sains” bukan tanpa alasan. Ini adalah gambaran perjalanan Pesantren Luhur Baitul Hikmah sejak awal berdiri:

1. Syiar

Melambangkan dakwah ilmu, pengajaran akhlak, dan penyebaran nilai-nilai Islam yang ramah, mendalam, dan relevan dengan kehidupan modern.

2. Syair

Simbol tradisi sastra pesantren, puisi, hikmah, dan estetika bahasa. Baitul Hikmah dikenal memiliki kultur kesusastraan yang kuat—mulai dari kitab klasik hingga karya kontemporer.

3. Sains

Menandai komitmen pesantren dalam memadukan ilmu agama dengan pengetahuan modern. Santri didorong memahami teknologi, logika ilmiah, serta membaca perkembangan dunia secara kritis.

Ketiga unsur ini menyatu menjadi identitas khas Pesantren Luhur Baitul Hikmah: pesantren yang memadukan religiusitas, sastra, dan ilmu pengetahuan dalam satu napas peradaban.

Menyatukan Generasi: Dari Alumni ke Santri

Acara Alumni 2025 bukan sekadar perayaan, melainkan ruang silaturahmi lintas generasi. Para alumni yang hadir memberikan testimoni, berbagi perjalanan hidup, serta pengalaman kerja di berbagai bidang: pendidikan, pemerintahan, media, bisnis, dan ekonomi kreatif.

Lihat Juga : Aplikasi Absensi Online Berbasis Wajah di Sekolah dan Kampus Malang

Banyak dari mereka yang menyampaikan rasa bangga dan haru bisa kembali ke pesantren tempat mereka tumbuh dan belajar. Bagi santri yang masih aktif, kehadiran alumni menjadi motivasi serta inspirasi untuk menyiapkan masa depan.

📍 Lokasi Acara

Jl. Aris Joyo Mustoko,
RT 05 / RW 02,
Ngempal, Malang.

Tempat ini menjadi pusat kegiatan selama rangkaian acara, mulai dari pembukaan, talkshow, pameran buku, hingga penutupan.

Merayakan Perjalanan, Menguatkan Masa Depan

Acara Alumni 2025 Pesantren Luhur Baitul Hikmah menjadi momentum besar yang mempertemukan kembali keluarga besar pesantren. Melalui tema Syiar, Syair & Sains, acara ini menunjukkan bahwa pesantren bukan hanya ruang pendidikan agama, tetapi juga pusat pengembangan literasi, sastra, dan ilmu pengetahuan.

Perayaan 14 tahun perjalanan pesantren menjadi cermin bahwa nilai-nilai keilmuan yang ditanamkan sejak awal terus tumbuh, berkembang, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. Dengan hadirnya tokoh nasional, bazar buku, dan silaturahmi lintas generasi, Acara Alumni 2025 diharapkan menjadi inspirasi bagi perjalanan-keilmuan di tahun-tahun berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *