Prabowo Subianto Desak Dunia Bantu Gaza, Tegaskan Komitmen Solusi Dua Negara

Nasional256 Dilihat

Prabowo Suarakan Gaza di PBB

New York, 25 September 2025 Prabowo Subianto Desak Dunia Bantu Gaza, Tegaskan Komitmen Solusi Dua Negara — Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mendesak komunitas internasional untuk segera menyalurkan bantuan darurat bagi rakyat Gaza yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan. Pernyataan itu disampaikan dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Rabu (24/9) waktu setempat.

Baca Juga ; Pengakuan Palestina Meluas, Inggris hingga Kanada Ambil Langkah Bersejarah

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tetap konsisten mendorong solusi dua negara sebagai jalan keluar paling adil dan berkelanjutan bagi konflik Israel–Palestina. Ia menilai bahwa tanpa komitmen internasional, penderitaan rakyat Palestina akan terus berlanjut.

Latar Belakang Diplomasi Indonesia

Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang vokal dalam mendukung Palestina. Sejak era Presiden pertama Soekarno, sikap politik luar negeri Indonesia selalu menempatkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari konstitusi moral bangsa.

Pidato Prabowo di PBB menegaskan kembali posisi tersebut, sekaligus memperlihatkan bahwa isu Palestina tetap menjadi prioritas utama diplomasi Indonesia. Momentum ini terjadi di tengah meningkatnya dukungan internasional, di mana sejumlah negara Barat seperti Inggris, Kanada, dan Australia baru saja mengumumkan pengakuan resmi terhadap Palestina.

Kutipan Pidato Prabowo

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan pesan tegas namun penuh empati.

“Indonesia menyerukan kepada dunia untuk segera menghentikan penderitaan rakyat Gaza. Bantuan kemanusiaan harus masuk tanpa hambatan, dan solusi dua negara harus diwujudkan sebagai jalan keluar yang adil,” ujar Prabowo di hadapan para pemimpin dunia.

Ia juga menekankan bahwa tragedi kemanusiaan di Gaza bukan hanya masalah regional, melainkan isu global yang menyangkut nilai kemanusiaan universal.

“Kita tidak boleh menutup mata. Anak-anak, perempuan, dan warga sipil tidak seharusnya menjadi korban politik yang berkepanjangan,” tambahnya.

Reaksi Dunia Internasional

Pidato Prabowo mendapatkan sambutan positif dari sejumlah negara anggota PBB. Delegasi dari beberapa negara Asia, Afrika, dan Timur Tengah memberikan apresiasi atas sikap tegas Indonesia.

Lihat Juga : Keracunan Makanan Sekolah Meluas, Ribuan Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Duta Besar Turki untuk PBB menyebut langkah Indonesia sebagai suara moral yang sangat dibutuhkan.

“Indonesia memiliki legitimasi besar untuk berbicara, karena sejarahnya konsisten membela Palestina. Pidato Presiden Prabowo adalah dorongan penting bagi komunitas internasional,” ujarnya.

Di sisi lain, beberapa negara Barat masih menyatakan bahwa proses perdamaian harus dilakukan melalui negosiasi langsung antara Israel dan Palestina. Namun, desakan global yang semakin kuat membuat posisi mereka semakin sulit untuk bertahan pada sikap lama.

Dampak bagi Masyarakat Palestina

Bagi rakyat Gaza, suara Indonesia memberi harapan baru. Media lokal Palestina melaporkan bahwa pidato Prabowo menjadi topik hangat di kalangan masyarakat. Banyak yang menilai kehadiran Indonesia di forum dunia memberi legitimasi lebih kuat atas perjuangan mereka.

Seorang warga Gaza, Ahmad Khalil, mengatakan lewat sambungan telepon kepada media internasional:

“Kami merasa tidak sendirian. Ketika negara besar seperti Indonesia bicara lantang di PBB, itu memberi kami harapan bahwa dunia masih peduli,” katanya.

Analisis: Posisi Indonesia di Mata Dunia

Pidato Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia berupaya meningkatkan perannya sebagai aktor penting dalam isu Timur Tengah. Selain karena kedekatan historis dengan Palestina, Indonesia juga ingin memperkuat citra sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan perdamaian.

Analis hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Dr. Fadhil Ramadhan, menilai sikap Indonesia strategis.

“Dengan menegaskan komitmen pada solusi dua negara, Indonesia menempatkan dirinya sebagai jembatan antara negara-negara berkembang dengan dunia Barat. Ini bisa meningkatkan posisi diplomatik Indonesia secara global,” jelasnya.

Selain itu, tawaran Indonesia untuk mengirim 20.000 pasukan perdamaian ke Gaza juga menjadi bukti nyata bahwa komitmen tidak hanya sebatas retorika, melainkan kesiapan berkontribusi di lapangan.

Dampak terhadap Politik Domestik

Di dalam negeri, pidato Prabowo juga mendapat sorotan. Banyak pihak menilai hal ini mempertegas karakter kepemimpinan Prabowo sebagai presiden yang tegas dalam isu internasional.

Sejumlah organisasi masyarakat sipil memberikan dukungan penuh. Lembaga kemanusiaan di Indonesia bahkan mulai menyiapkan donasi tambahan untuk dikirimkan ke Palestina. Hal ini menunjukkan bahwa isu Palestina bukan hanya agenda diplomasi, melainkan bagian dari solidaritas masyarakat Indonesia.

Baca Juga : DPR Setujui APBN 2026, Anggaran Rp3.700 Triliun dengan Defisit 2,68% PDB

Pidato Prabowo Subianto di PBB yang mendesak dunia membantu Gaza dan menegaskan komitmen solusi dua negara menjadi tonggak penting diplomasi Indonesia di kancah internasional. Suara lantang Indonesia kembali terdengar, membawa pesan kemanusiaan yang melampaui batas politik dan geografis.

Bagi rakyat Palestina, dukungan ini memberi secercah harapan di tengah gelapnya konflik berkepanjangan. Sementara bagi Indonesia, langkah ini memperkuat posisi sebagai bangsa yang konsisten membela keadilan dan kemerdekaan, sesuai amanat konstitusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *