INILAHKABAR.COM – MALANG, 8 Mei 2026 — Upaya memperkuat tata kelola organisasi terus dilakukan Nahdlatul Ulama di tingkat akar rumput. Salah satunya melalui forum diskusi yang digelar Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kota Malang bersama jajaran pengurus MWCNU Lowokwaru, Kamis (8/5).
Forum tersebut menjadi ruang evaluasi terbuka untuk membaca kondisi riil organisasi, mulai dari pola komunikasi antarstruktur, efektivitas program, hingga kemandirian pembiayaan organisasi.
Dalam diskusi yang berlangsung interaktif itu, sejumlah pengurus menyampaikan bahwa sinkronisasi antara struktur cabang, majelis wakil cabang, hingga ranting masih memerlukan penguatan. Kehadiran pengurus pada agenda formal serta kesinambungan komunikasi antarlembaga menjadi salah satu perhatian utama.
Selain itu, forum juga menyoroti pentingnya perubahan pola penyusunan program agar tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan warga dan jamiyah di tingkat bawah.
Penataan sumber daya manusia juga menjadi pembahasan penting. Pengurus menilai setiap bidang perlu diisi oleh figur yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan organisasi, sehingga program dapat berjalan lebih efektif dan terukur.
Di sektor pembiayaan, peserta forum sepakat mendorong optimalisasi peran NU Care-LAZISNU sebagai salah satu instrumen penguatan kemandirian ekonomi organisasi.
Sekretaris MWCNU Lowokwaru, H. Sudari, menyampaikan bahwa hasil diskusi ini akan menjadi pijakan dalam menyusun agenda strategis organisasi ke depan, baik dalam penguatan infrastruktur maupun pengembangan kualitas sumber daya manusia.
“Harapannya, kehadiran NU benar-benar bisa dirasakan masyarakat, bukan hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga pelayanan sosial dan pemberdayaan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta forum berkomitmen menyusun langkah konkret agar roda organisasi di lingkungan MWCNU Lowokwaru dapat berjalan lebih solid, adaptif, dan transparan.







